Ibrahim Soetomo

Ibrahim Soetomo (1995) is an art manager and writer. He graduated from the Fine Arts major at the Jakarta Institute of Arts in 2018. His thesis discusses the manifestos of Indonesian art movements. Currently, he works as a visual art program manager at Komunitas Salihara Arts Center. He is also a part of ruangrupa – Komplotan Jakarta 32°C and collective Gerakan Seni Rupa Bogor. His latest publications are “Direktori: Indonesian Collective Map 2010 – 2020″ (Whiteboard Journal & British Council, 2020) and “Amrus Natalsya: Memahat Bahtera Purba dan Pecinan Kota Tua” as part of Pusaka Seni Rupa Indonesia 2: Seni Patung Indonesia Modern (Indonesian Ministry of Education and Culture, 2021).

Ibrahim is also fond of literature. He will always remember those magical moments when he read and finished In Search of Lost Time by Marcel Proust (1871 – 1922).

__________________________________________________________

Ibrahim Soetomo (1995) merupakan seorang manajer seni dan penulis. Ia menamatkan pendidikan di Jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta pada 2018. Skripsinya membahas manifesto gerakan-gerakan seni Indonesia. Kini, ia bekerja sebagai manajer program seni rupa di pusat seni Komunitas Salihara Arts Center. Ia juga menjadi bagian dari ruangrupa – Komplotan Jakarta 32°C dan kolektif Gerakan Seni Rupa Bogor.  Beberapa publikasi terakhirnya adalah “Direktori: Peta Kolektif Indonesia 2010 – 2020” (Whiteboard Journal & British Council, 2020) dan “Amrus Natalsya: Memahat Bahtera Purba dan Pecinan Kota Tua” sebagai bagian dari proyek Pusaka Seni Rupa Indonesia 2: Seni Patung Indonesia Modern (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2021).

Ibrahim juga menggemari sastra. Ia akan selalu mengenang masa-masa membahagiakan ketika ia membaca In Search of Lost Time oleh Marcel Proust (1871 – 1922).